(lagi) Mengapa Kita TIDAK BOLEH MEMBELI & MEMELIHARA KUKANG

Tulisan yang tertuang karena gemas dengan alasan para penyayang hewan kukang

Hampir empat tahun perjalanan kami berkukang-ria, sepenuh hati sekuat tenaga mengumandangkan pesan yang ada dalam judul posting ini: TIDAK BOLEH MEMBELI & MEMELIHARA KUKANG. Dalam kehidupan sehari-hari, dalam lingkungan keluarga & pertemanan, dalam lingkungan kerja & media..untuk apa? mengapa kita tidak boleh & DILARANG MEMBELI+MEMELIHARA KUKANG???

Ini adalah alasan dasar & utama:
  1. Semua makhluk hidup berhak hidup bebas di alamnya
  2. Memiliki peran penting di alam
  3. Menjadi kekayaan hayati fauna Indonesia
  4. Jumlah kukang yang hidup di alam liar semakin sedikit
  5. Terancam punah karena 3 permasalahan utama satwa liar Indonesia: luas habitat menyusut, perdagangan untuk pet/dipelihara serta penegakan hukum yang lemah, & data ekologi yang sangat minim.
  6. Unik, satwa unik sayang kalau sampai punah
  7. Zoonosis
  8. Dilarang oleh hukum.

Alasan 1 adalah alasan yang sangat mendasar. Siapa yang mau hidup terkungkung? Siapa yang mau hidup dengan segala fasilitas makan-minum-sandang-papan-kesehatan tapi dibatasi untuk bisa pergi kemana-mana? dibatasi untuk bisa bertemu dengan sesamanya?

Hidup bebas adalah kebutuhan dasar. Rasanya wajar kalau kita manusia sebagai makhluk yang memiliki pikiran-kekuasaaan & kesadaran penuh tetapi tidak menginginkan perlakuan tersebut? Dan rasanya aneh & egois, jika manusia yang posisinya lebih kuasa ini justru 'lupa' bahwa semua makhluk hidup yang mampu bergerak (hewan, satwa) juga memiliki kebutuhan yang sama.

Alasan 2 adalah alasan umum, karena hingga tulisan ini dibuat belum ada data ilmiah yang cukup untuk menunjukkan peran khusus kukang di alam. Tetapi sudah cukup untuk kita jadikan pertimbangan dasar: kukang berperan penting dalam menghijaukan habitatnya.
Kukang yang hidup liar di alam memakan pakan alaminya berupa getah, nektar, buah-buahan hutan, serangga, reptil kecil. Kita ambil contoh pakan: nektar & buah. Saat kukang memakan nektar bunga tumbuhan A, dia membantu penyerbukan bunga tumbuhan A. Saat kukang memakan buah dari tumbuhan B, dia mengunyah mengambil dagingnya dan membuang (melepehkan) kulit & bijinya. Kukang membantu penyebaran biji tumbuhan B tersebut. Apakah ini alasan yang mengada-ngada untuk dianggap kurang membuktikan bahwa kukang berperan dalam MENGHIJAUKAN HABITATNYA???

Apa efek habitat (hutan atau talun) yang hijau?
Tumbuhan adalah penghasil oksigen: produsen O2, AC alami wilayah sekitarnya, paru-paru dunia, & pemerlambat efek pemanasan global. Tumbuhan juga menyimpan cadangan air dalam tubuh & akarnya: menjadi sumber mata air alami, memperlambat erosi & longsor, mencegah BANJIR. Tumbuhan hijau memberi kesan asri & efek relaks. Ini dapat menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat sekitar (jalan2 keur ngabotram/jalan2 untuk piknik & makan bersama di suatu tempat) atau menjadi tujuan wisatanya orang kota (kenapa orang kota suka pergi ke puncak, ke tempat wisata yang asri, jawab sendiri).

Dua hal yang langsung terasa dari keberadaaan tumbuhan yang hijau subur adalah udara segar & ketersediaan air.
Tumbuhan dapat menjadi hijau & berkembang biak dengan bantuan satwa, salah satunya adalah kukang. Tumbuhan, kukang, & satwa lainnya menjadi satu kesatuan utuh. Jika ada salah satu komponen di dalamnya hilang, maka hilanglah peran dia di alam. Lingkungan tersebut akan menjadi tidak stabil & akhirnya rusak. Bicara tentang kerusakan alam & bencana yang terjadi selama 1-2 tahun ini tentu kita sudah kenyang. Please lestarikan hutan, lestarikan talun, lestarikan kukang dengan tidak membeli & memeliharanya!

Alasan 3 adalah alasan biologi & prestise bangsa ini.
Kukang (nama genusnya adalah Nycticebus) di dunia tersebar di Asia. Berdasarkan kesepekatan para ahli taksonomi terakhir (2003), seluruhnya ada 5 jenis: N. bengalensis, N. pygmaeus, N. coucang, N. menagensis, & N. javanicus.

Kita memiliki 3 jenis kukang yang hidup di bumi Indonesia: Nc, Nm, &U Nj. Nc atau kukang malaya ada di Sumatera & sekitarnya, Nm ada di Pulau Borneo, & Nj ada di Pulau Jawa. Jelas terlihat bahwa Nc & Nm juga ada di negara lain, sedangkan Nj endemik (hanya dapat ditemukan hidup secara alami di) Pulau Jawa. Bayangkan, di alam Indonesia ada 3 jenis kukang, salah satunya endemik (Nj). Itu artinya lebih dari separuh kekayaan hayati kukang dunia (3 dari 5 jenis) ada di Indonesia, & satu jenis (Nj) hanya ada di Indonesia. Apa jadinya kalau kukang kita habis di alam gara-gara kita ngotot memelihara dia karena kasihan???

Alasan 4 adalah alasan ekologi.
Kukang adalah mammalia (hewan menyusui) yang melahirkan melahirkan satu kali setiap tahunnya dengan berat 43,5-75 g, dan menyusui selama 5-7 bulan atau menyapih pada umur anak 85-180 hari (literatur silahkan kontak kami). Jika kukang diambil dari alam, maka kemungkinan dia untuk berkembang biak sudah hilang. Kukang yang tersisa di alam mungkin jadi tidak bisa kawin karena tidak ada pasangan. Jumlah penambahan kukang liar tidak secepat perburuan (pembelian+pemeliharaan) yang terjadi. Sementara luas habitatnya semakin berkurang karena dibuka untuk pemukiman atau perambahan menjadi lahan pertanian. Dapatkah kita tega menghalangi kemungkinan jodoh kukang menjadi terputus karena keukeuh membeli karena kasihan-memelihara karena terlanjur sayang???

Alasan 5 adalah alasan klasik yang dihadapi satwa Indonesia.
(1) Kerusakan habitat terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Luas habitat terdesak oleh kebutuhan lahan untuk manusia (rumah & lahan pangan). (2) Perdagangan satwa liar dilindungi terjadi dengan mudah & terang-terangan dimana-mana. Masyarakat tidak peduli atau sudah tidak semangat lagi untuk mencegah & meniadakan perbuatan melanggar hukum ini. (3) Penelitian ekologi alias penelitian lapangan sudah mulai sedikit diminati. Kukang adalah satwa nokturnal (aktif pada malam hari & tidur pada siang hari). Banyak orang mengira penelitian kukang di lapangan hanya bisa dilakukan malam hari. Para peneliti & para calon peneliti menjadi enggan karena dirasa repot & berbiaya tinggi. Oh tidak, teman. Kita sangat membutuhkan data terkini tentang kukang di alam. Penelitian kukang (pengambilan data ekologi satwa nokturnal ini) bisa dilakukan siang hari. Silahkan kontak kami untuk berdiskusi tentang ini, kami akan berusaha menjadi fasilitator untuk membantu penelitian teman-teman tentang kukang di alam (iklan layanan masyarakat hehe..).

Alasan 6 adalah keunikan yang dimiliki kukang tidak tergantikan/terdapat pada satwa liar lainnya.
Kukang memiliki mata yang bisa menyala oranye dalam gelap, cantik sekali. Kukang memiliki badan yang lentur, bisa meregangkan badan, meliuk, menggantung, & menggantung terbalik. Kukang tidur dengan cara menggulung badannya seperti bola. Kukang memiliki gigitan beracun, lebih tepatnya lagi kukang memiliki enzim yang yang akan disertakan dalam air liur dan gigitannya. Gigitan satwa berbahaya yang paling kita kenal adalah gigitan komodo. Gigitan kukang lebih unik (haha) karena meski tidak mengandung bakteri tapi berbahaya. Jika kita digigit kukang saat kondisi tubuh kita sehat adalah demam, umumnya 1-3 hari. Bayangkan jika kita sedang tidak fit. Berdasarkan cerita yang kami pernah tahu adalah menjadi bengkak sekujur tubuh.

Alasan 7 adalah zoonosis.
Zoonosis adalah penularan penyakit antara satwa dengan manusia. Peluang penularan penyakit semakin tinggi karena kukang adalah satwa liar dari golongan primata: metabolisme tubuh similiar dengan kita manusia. Penyakit yang dapat ditularkan (& terjadi/terlihat dengan segera) adalah flu, diara, penyakit kulit (eksim, rambut rontok), penyakit pernafasan (batuk, TBC, radang paru-paru) & lain-lain. Penyakit berat yang mungkin terjadi lainnya adalah penularan virus HIV, ebola, penyakit-penyakit akibat virus lainnya, & kemungkinan gangguan janin. Penyakit-penyakit berat biasanya tidak terjadi saat ini, tidak terjadi seketika. Kita tidak akan pernah tahu, bahwa TBC atau mungkin gangguan janin terjadi karena kita pernah memelihara kukang. Satwa yang tampak sehat bisa jadi merupakan satwa vektor atau pembawa penyakit, meskipun satwa tersebut kelihatan sehat. Berpikirlah lebih dalam & pertimbangkan masa depan teman-teman jika ingin mememelihara kukang.

Alasan 8 adalah alasan hukum.
Dengan segudang alasan tersebut di atas, pemerintah & lembaga-lembaga dunia melarang kukang diambil dari habitatnya. Kukang sudah dilindungi sejak tahun 1931 hingga sekarang (UU Perlindungan Binatang Liar th. 1931, UU No. 5 th. 1990, SK Mentan th. 1973, PP No. 7 th. 1999). Sejak 2007 CITES (Convention on International Trade of Endangered Species of Flora and Fauna, perkumpulan negara-negara yang mengawasi perdagangan flora & fauna dunia) memasukkan semua jenis kukang ke dalam daftar Apendiks I, artinya kukang tidak boleh digunakan untuk keperluan komersil apapun. Tahun 2008 IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources, lembaga dunia yang mengawasi pelestarian alam & sumber hayati) menetapkan status kukang menjadi rentan-hingga terancam punah (status Nc & Nm rentan punah & Nj terancam punah). Aturan-aturan hukum tersebut memiliki konsekuensi yang jelas. Jika PP & UU pemerintah Indonesia dilanggar, sanksinya adalah berhadapan dengan pihak berwajib: dipenjara max. 5 tahun atau denda max. 100 juta. Jika aturan international dilanggar, maka ekonomi negara kita akan terpengaruh karena negara-negara dunia pada saat ini sangat reaktif terhadap pelanggaran pelestarian & perusakan alam.

PERLU ALASAN LAGI???
Jika teman-teman merasa kasihan, teguhkan hati untuk tidak membeli. sesuai hukum ekonomi: ada permintaan maka akan ada produk. Jika jual-beli kukang terus terjadi, maka perburuan akan terjadi semakin sering.

Proses perburuan hingga sampai ke tangan teman-teman sebagai pembeli yang kasihan sangat-sangatlah menyakitkan bagi kukang.
Kukang yang diburu tentu mengalami stres karena ditangkap & diambil dari tempat hidupnya, berada dalam wadah yang sempit untuk dibawa ke bandar/penjual kukang. Pedagang akan memotong gigi taring & kuku kukang agar tidak melukai calon pembeli/pemelihara. Proses pemotongan taring kukang sangat menyakitkan, bisa menggunakan gunting kuku ataupun dicabut dengan tang. Perdarahan akibat luka & infeksi yang terjadi menyebabkan kukang lemah & tidak sehat. Karena tidak ada taring kukang kurang bisa mengunyah dengan baik (tanya orang yg sakit gigi bagaimana rasanya).

Pemelihara Kukang juga mengalami masalah dalam pemeliharaan akibat pakan yang berbeda dengan pakan alaminya.
Teman-teman pikir dia cukup kenyang & organ perutnya ok-ok saja memakan pisang-pepaya-susu? Kukang di alam tidak makan itu. Menurut cerita teman-teman di Pusat Rehabilitasi Kukang Yayasan IAR Indonesia, kukang-kukang yang diserahkan oleh para pemelihara pada umumnya memiliki masalah kesehatan: gangguan perut konstipasi, diare, rambut rontok, masalah gigi, TBC, dll. Kalau kita memelihara kukang karena sayang rasanya jadi terdengar egois kalau kita sudah mengetahui fakta kesehatan para kukang peliharaaan ini.

Kukang memerlukan tempat hidup & teman sesamanya.
Kukang yang dipelihara biasanya diperlakukan seperti merawat kucing. Kukang adalah satwa malam. Pada saat sang pemelihara ingin bermain atau sekedar mengelus-elus kukang, satwa ini sedang butuh tidur. Mengapa tidak memelihara hewan yang memiliki pola tidur sama dengan kita saja, so kebutuhan kita untuk berbagi kasih sayang dengan satwa menjadi tersalurkan.

Teman, STOP MEMBELI KUKANG dengan alasan apapun.
BERHENTILAH MERAWAT KUKANG.

Teman-teman yang ingin menyerahkan kukang dapat menghubungi Yayasan IAR Indonesia. Sejauh ini hanya lembaga ini yang memiliki MoU dengan BKSDA, artinya mereka berhak & syah untuk menyelamatkan-merehabilitasi-melepasliarkan kukang.

dukung pelestarian kukang

hi teman-teman..
sudah lama tak bersua, sudah lama blog ini tak ter-update
yuks aktifin lagi kegiatan pelestarian kukang
mari kita dukung dengan mengenakan kaos kukang jawa
silahkan cek desain kaos berikut
Desain depan dan belakang


Desain1 - Lestarikan kuja


Desain2 - Bukan peliharaan


Desain3 - Lets save


Desain4 - On Tree


Desain5 - On Tree 2
Kaos dukung pelestarian kukang
desain: Wawan Tarniwan
bahan: combath
warna: hitam, putih, biru baby, cream, hijau

ukuran dewasa S/M/L Rp 85.000,-
ukuran anak umur 0-5 tahun Rp 50.000,-

harga kaos lengan panjang +Rp 7500,-
ongkos kirim ditanggung pembeli

info dan pemesanan hub. winar
email kukangjawa@yahoo.com
facebook kukang jawa

dukung pelestarian kukan

hi teman-teman..
sudah lama tak bersua, sudah lama blog ini tak ter-update
yuks aktifin lagi kegiatan pelestarian kukang
mari kita dukung dengan mengenakan kaos kukang jawa
silahkan cek desain kaos berikut
Desain depan & belakang

Desain1 - Lestarikan kuja

Desain2 - Bukan peliharaan

Desain3 - Lets save

Desain4 - (belum ada tulisan)

Desain5 - (belum ada tulisan)
Kaos dukung pelestarian kukang
desain: Wawan Tarniwan
bahan: combath
warna: hitam, putih, biru baby, cream, hijau

ukuran dewasa S/M/L Rp 75.000,-
ukuran anak umur di bawah 1 tahun/1-3 tahun Rp 35.000,-
ukuran anak umur 3-5 tahun Rp 40.000,-

harga kaos lengan panjang +Rp 5000,-
ongkos kirim ditanggung pembeli

info & pemesanan hub. winar 0838 1106 1075


untuk lebih lengkap
silahkan add facebook kukang jawa

CARA MENGISI KUISIONER KUKANG JAWA 2009

Download, Isi, Kirim

FILE YANG MANA YANG HARUS SAYA DIDOWNLOAD?

1. FILE KUISIONER TIPE '.docx' atau '.doc'

File kuisioner sebaran kukang jawa 2009 disediakan dua jenis, yaitu versi .docx (dot docx) & .doc (dot doc). Bagi teman-teman yang menggunakan Microsoft Office versi terbaru yaitu MS. Office 2007 silahkan download file tipe '.docx'. File ini lebih ringan yaitu 978 KB, sedangkan bagi teman-teman yang menggunakan MS. Office versi 97-2003 silahkan download file tipe '.doc'. File versi '.doc' atau versi MS. Office 97-2003 lebih besar, yaitu 3,91 MB , oleh karena itu kami compress dengan menjadi file '.rar' sehingga besarnya menjadi 3644 KB. Untuk membuka file tersebut gunakan aplikasi winrar atau winzip atau 7-zip dll aplikasi pengompress file.

2. JUDUL FILE

File kuisioner sebaran kukang jawa 2009 terdiri dari 10 bagian, yaitu:
  1. keterangan tentang pengisian kuisioner
  2. keterangan tentang Anda
  3. keterangan tentang tempat tinggal Anda di desa
  4. keterangan tentang perjumpaan Anda dengan kukang
  5. tentang jika Anda pernah melihat kukang di alam (3 perjumpaan terakhir)
  6. tentang jika Anda pernah melihat perdagangan kukang (3 perjumpaan terakhir)
  7. tentang jika Anda pernah melihat penangkapan kukang (3 perjumpaan terakhir)
  8. tentang jika Anda tahu informasi seseorang yang pernah melihat kukang
  9. Mohon isi pendapat Anda (tentang hutan)
  10. Mohon isi pendapat Anda (tentang pelestarian kukang jawa)
Keseluruhan bagian tersebut ada dalam file berjudul 'Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009' baik file '.docx' maupun 'doc'

Mengingat,
tidak semua yang mengisi kuisioner ini pernah melihat tiga hal sekaligus (kukang jawa di alam, di perdagangan, ataupun penangkapannya) maka supaya memperingan proses download, kami menyediakan file berjudul:
  • Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009_GENERAL (.doc & .docx) berisi bagian 1-4
  • Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009_ALAM&TANGKAP (.doc & .docx) berisi bagian 5, 7, & 8-10
  • Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009_DAGANG (.doc & .docx) berisi bagian 6 & 8-10

JADI jika Anda pernah melihat langsung kukang di alam atau pernah melihatnya ditangkap/diburu, silahkan Download-Isi-Kirim kembali file GENERAL & file ALAM&TANGKAP.

Jika Anda pernah melihat perdagangan kukang silahkan Download-Isi-Kirim kembali file GENERAL & file DAGANG. Jika pernah melihat ketiganya (di alam, diperdagangkan, & diburu) silahkan Download-Isi-Kirim kembali file 'Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009' baik file '.docx' maupun 'doc'.

Untuk amannya, alias untuk persiapan akan lebih mudah & praktis jika Anda hanya mengunduh file 'Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009' saja (baik file '.docx' maupun 'doc').

3. TENTANG TIGA PERJUMPAAN (ada dalam isian kuisioner)

Bagian 5, 6, & 7 adalah tentang perjumpaan Anda melihat kukang. Anda kami minta mengisi masing-masing tiga perjumpaan terakhir, maka karenanya kami menyiapkan isian tiga sub bagian yang sama, yaitu:
5. perjumpaan 5.1, 5.2, & 5.36. perdagangan 6.1, 6.2, & 6.37. penangkapan 7.1, 7.2, & 7.3
Jika Anda pernah melihat 1x saja perjumpaan di alam/perdagangan/penangkapan kukang, maka abaikan sub bab 2 & 3, tak perlu Anda isi. Tetapi jika pernah melihatnya 2x maka isikan hingga sub bab 2, demikian seterusnya. Jika Anda pernah melihat lebih dari 3x, maka tolong isikan perjumpaan di alam/perdagangan/penangkapan kukang yang paling akhir/paling baru/baru-baru ini saja.

INGA.. INGA.. bagi temen-temen yang:
  • pernah melihat kukang di alam
  • mengetahui ada orang yang pernah melihat kukang di alam
  • pernah melihat kukang jawa diperjualbelikan di suatu tempat
  • mengetahui ada orang yang pernah melihat kukang diperdagangkan di suatu tempat
  • pernah melihat kukang ditangkap/diburu di alam
  • mengetahui ada orang yang pernah melihat kukang ditangkap/diburu di alam
di PULAU JAWA

AYO DOWNLOAD - ISI - KIRIM kembali KUISIONER KUJA 2009

mohon kesediaannya untuk berpartisipasi mengisi kuisioner ini


DOWNLOAD

versi .docx (word 2007) di rapidshare
atau
versi .docx (word 2007) di 4shared

versi .doc (word 97-2003) di rapidshare
atau
versi .doc (word 97-2003) di 4shared

ISI & KIRIM Kembali
ke kukangjawa@yahoo.com sebelum 29 Desember 2009.

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di kukangjawa@gmail.com
atau add facebook kukang jawa

Kami tunggu ya... trims...
salam lestari

CARA MENGISI KUISIONER KUKANG JAWA 2009

Download, Isi, Kirim

FILE YANG MANA YANG HARUS SAYA DIDOWNLOAD?

1. FILE KUISIONER TIPE '.docx' atau '.doc'

File kuisioner sebaran kukang jawa 2009 disediakan dua jenis, yaitu versi .docx (dot docx) & .doc (dot doc). Bagi teman-teman yang menggunakan Microsoft Office versi terbaru yaitu MS. Office 2007 silahkan download file tipe '.docx'. File ini lebih ringan yaitu 978 KB, sedangkan bagi teman-teman yang menggunakan MS. Office versi 97-2003 silahkan download file tipe '.doc'. File versi '.doc' atau versi MS. Office 97-2003 lebih besar, yaitu 3,91 MB , oleh karena itu kami compress dengan menjadi file '.rar' sehingga besarnya menjadi 3644 KB. Untuk membuka file tersebut gunakan aplikasi winrar atau winzip atau 7-zip dll aplikasi pengompress file.

2. JUDUL FILE

File kuisioner sebaran kukang jawa 2009 terdiri dari 10 bagian, yaitu:
1. keterangan tentang pengisian kuisioner
2. keterangan tentang Anda
3. keterangan tentang tempat tinggal Anda di desa
4. keterangan tentang perjumpaan Anda dengan kukang
5. tentang jika Anda pernah melihat kukang jawa di alam (3 perjumpaan terakhir)
6. tentang jika Anda pernah melihat perdagangan kukang (3 perjumpaan terakhir)
7. tentang jika Anda pernah melihat penangkapan kukang (3 perjumpaan terakhir)
8. tentang jika Anda tahu informasi seseorang yang pernah melihat kukang
9. Mohon isi pendapat Anda (tentang hutan)
10. Mohon isi pendapat Anda (tentang pelestarian kukang jawa)
Keseluruhan bagian tersebut ada dalam file berjudul 'Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009' baik file '.docx' maupun 'doc'

Mengingat,
tidak semua yang mengisi kuisioner ini pernah melihat tiga hal sekaligus (kukang jawa di alam, di perdagangan, ataupun penangkapannya) maka supaya memperingan proses download, kami menyediakan file berjudul:
- Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009_GENERAL.docx
berisi bagian 1-4
- Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009_ALAM&TANGKAP.docx
berisi bagian 5, 7, & 8-10
- Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009_DAGANG.docx
berisi bagian 6 & 8-10

JADI jika Anda pernah melihat langsung kukang di alam atau pernah melihatnya ditangkap/diburu, silahkan Download-Isi-Kirim kembali file GENERAL & file ALAM&TANGKAP.

Jika Anda pernah melihat perdagangan kukang silahkan Download-Isi-Kirim kembali file GENERAL & file DAGANG. Jika pernah melihat ketiganya (di alam, diperdagangkan, & diburu) silahkan Download-Isi-Kirim kembali file 'Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009' baik file '.docx' maupun 'doc'.

Untuk amannya, alias untuk persiapan akan lebih mudah & praktis jika Anda hanya mengunduh file 'Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009' saja (baik file '.docx' maupun 'doc').

3. TENTANG TIGA PERJUMPAAN (ada dalam isian kuisioner)

Bagian 5, 6, & 7 adalah tentang perjumpaan Anda melihat kukang. Anda kami minta mengisi masing-masing tiga perjumpaan terakhir, maka karenanya kami menyiapkan isian tiga sub bagian yang sama, yaitu:
5. perjumpaan 1, 2, & 3
6. perdagangan 1, 2, & 3
7. penangkapan 1, 2, & 3
Jika Anda pernah melihat 1x saja perjumpaan di alam/perdagangan/penangkapan kukang, maka abaikan sub bab 2 & 3, tak perlu Anda isi. Tetapi jika pernah melihatnya 2x maka isikan hingga sub bab 2, demikian seterusnya. Jika Anda pernah melihat lebih dari 3x, maka tolong isikan perjumpaan di alam/perdagangan/penangkapan kukang yang paling akhir/paling baru/baru-baru ini saja.


INGA.. INGA.. bagi temen-temen yang:
- pernah melihat kukang di alam
- mengetahui ada orang yang pernah melihat kukang di alam
- pernah melihat kukang jawa diperjualbelikan di suatu tempat
- mengetahui ada orang yang pernah melihat kukang diperdagangkan di suatu tempat
- pernah melihat kukang jawa ditangkap/diburu di alam
- mengetahui ada orang yang pernah melihat kukang ditangkap/diburu di alam
di PULAU JAWA

AYO DOWNLOAD - ISI - KIRIM kembali KUISIONER KUJA 2009

mohon kesediaannya untuk berpartisipasi mengisi kuisioner ini:

DOWNLOAD

versi .dock (word 2007)
di rapidshare:
http://rapidshare.com/files/307650141/Kuisioner_Sebaran_Kukang_Jawa_di_Jawa_Barat_2009.docx

atau
di 4shared: http://www.4shared.com/file/153017936/d7be7cda/Kuisioner_Sebaran_Kukang_Jawa_di_Jawa_Barat_2009.html

versi .doc (word 97-2003)
di rapidshare:
http://rapidshare.com/files/307663833/Kuisioner_Sebaran_Kukang_Jawa_di_Jawa_Barat_2009.rar

atau
di 4shared:
http://www.4shared.com/file/153017919/753703c9/Kuisioner_Sebaran_Kukang_Jawa_di_Jawa_Barat_2009.html

MAKASIH YA... :-)

Kuisioner Sebaran Kukang Jawa di Jawa Barat 2009

...

gambar di atas adalah bagian awal dari Kuisioner Kukang Jawa JABAR 2009

Mari Berpartisipasi Menyusun Peta Sebaran Kukang Jawa

Hi para sahabat pelestari alam. Sejauh ini kami Komunitas Peduli Komunitas Peduli Kukang Jawa atau KPKJ (TJSL-CP=The Javan Slow Loris Conservation Program)* sudah menginisiasi kegiatan pelestarian kukang jawa melalui hobi kami hiking & jalan-jalan di alam*.

Sejak Oktober 2007, kami mulai memasukkan agenda mencari informasi keberadaan kukang jawa di alam dari para penduduk sekitar gunung-hutan yang menjadi 'jelajah main' kami di Priangan Jawa Barat. Kukang jawa yang kami temui banyak ditemukan hidup tidak di hutan alami, tetapi di kebon leuweung atau talun (Winarti, 2003 & Winarti, 2008). Dari sini kami pun mulai menyadari betapa informasi ilmiah bahkan sekedar informasi perjumpaan satwa kukang jawa ini pun benar-benar se-pemalu satwanya. Informasi & data yang minim mengarahkan kita pada kelangkaan objek itu sendiri: kepunahan kukang jawa. Kita tentu tidak menginginkan hal tersebut sampai terjadi.

STATUS KONSERVASI KUKANG JAWA (IUCN-CITES)

"
IUCN (International Union for the Conservation of Nature dan Natural Resources) telah mengubah kategori kukang jawa dari Low Risk atau kurang terancam, menjadi Data Defiecientatau kekurangan data, dan kini menjadi Endangered atau Hampir Punah (IUCN 2007, Nekaris 2008). Status ini diperkuat oleh daftar yang dikeluarkan oleh CITES (Convention on International Trade of Endangered Species of Flora and Fauna) yang mengelompokkannya status kukang jawa dari Apendiks II menjadi Apendiks I. Flora dan fauna yang termasuk dalam Apendiks I berarti jumlahnya sudah sangat sedikit dan dikhawatirkan akan punah. Oleh sebab itu perdagangan kukang jawa sama sekali tidak diperbolehkan untuk kepentingan komersial. (Winarti, in prep. 2008)
"

UPAYA KONSERVASI PERLU DATA AWAL KONDISINYA DI ALAM

Langkah awal yang penting dalam upaya melestarikan suatu objek (flora-fauna-tempat-benda) adalah adanya data dasar yang benar. Untuk melestarikan kukang jawa kita perlu mengenal satwa ini beserta kehidupan alaminya di alam. Kita perlu data ekologi: sebaran (ada di mana saja kah), habitat (hidup di tempat seperti apakah, apa makanannya), perilaku, serta interaksi dengan manusia sebagai faktor yang sangat berpengaruh bagi kehidupannya.

Langkah pertama sudah ditapakkan. Kami berhasil melakukan pendataan sebaran habitat & populasi kukang jawa beserta kegiatan penyadartahuannya di lima Desa. Besar harapan kami untuk dapat terus melanjutkan kegiatan ini, & juga berharap semoga ada yang mau ikut serta atau melanjutkan langkah ini.

Masih sebagai langkah pertama kami bermaksud melakukan pendataan sebaran kukang jawa dalam area yang lebih luas yaitu Jawa Barat. Untuk (meski dengan segala sumber daya yang sangat minim) itulah kami mulai mengkonsep suatu format kuisioner dengan tujuan mengumpulkan data informasi keberadaan kukang jawa di Jawa Barat.

ADA DIMANA SAJAKAH KUKANG JAWA DI JAWA BARAT?

Tujuan pengumpulan data kuisioner adalah: membuat peta sebaran kukang jawa di Jawa Barat.
Data ini akan sangat membantu program penelitian & aplikasi pelestarian kukang jawa. Hasil analisis kuisioner ini akan didistribusikan ke lembaga penelitian primata & ekologi di Indonesia (sementara ini dengan cara: by request karena keterbatasan dana).

Ayo.. Mari sahabat pelestari alam, kita berpartisipasi dalam mengumpulkan data informasi keberadaan kukang jawa ini.

Bagi yang:
  • pernah melihat kukang jawa di alam
  • mengetahui ada orang yang pernah melihat kukang jawa di alam
  • pernah melihat kukang jawa diperjualbelikan di suatu tempat
  • mengetahui ada orang yang pernah melihat kukang jawa diperdagangkan di suatu tempat
  • pernah melihat kukang jawa ditangkap/diburu di alam
  • mengetahui ada orang yang pernah melihat kukang jawa ditangkap/diburu di alam

mohon kesediaannya untuk berpartisipasi mengisi kuisioner ini:

silahkan download kuisioner sebar kuja 2009



versi .dock (word 2007) di rapidshare
atau
versi .dock (word 2007) di 4shared

versi .doc (word 97-2003) di rapidshare
atau
versi .doc (word 97-2003) di 4shared

Kuisioner harap dikirimkan kembali kepada kami di kukangjawa@yahoo.com sebelum 29 Desember 2009.

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di kukangjawa@gmail.com

Terima kasih atas partisipasi Anda mengisi kuisioner ini. Mari bersama seluruh warga Jawa Barat, kita lestarikan kukang jawa & alam kita! Salam lestari! :-)

==
* Komunitas kami terdiri dari warga Indonesia: mahasiswa & alumni Biologi-Primatologi-Hukum-Keuangan-Fotografi & Jurnalistik, para pencinta alam, serta masyarakat sekitar –para pelestari- yang tersebar di desa-desa habitat kukang jawa di Priangan Jawa Barat.

Penelitian 2007-2008 Tutup Tahun

Ucapan terima kasih, semoga tidak akan pernah terlambat

Akhir 2008, tepatnya mulai 13 Nopember, The Javan Slow Loris Conservation Program (TJSLCP) kembali melanjutkan penelitian kukang Jawa yang dilaksanakan di tiga desa terakhir (dari total lima desa) di Kabupaten Tasikmalaya yaitu Sarimanggu-Karangnunggal, Raksajaya-Sodonghilir dan Sukamaju-Bantarkalong. Penelitian tiga desa ini merupakan bagian dari Program Penelitian kukang Jawa (PPKJ) Tasikmalaya-Ciamis yang telah mulai dirintis semenjak pertengahan tahun 2006.

Seperti ditulis dalam artikel sebelumnya, PPKJ Tasikmalaya-Ciamis telah memilih lima desa sebagai fokus utama lokasi penelitian. Pada awal dan pertengahan 2008 telah dilakukan penelitian di dua desa, yaitu Desa Sukakerta Kecamatan Panumbangan, Ciamis; dan Desa Kawungsari Kecamatan Salawu, Tasikmalaya.


Tim kukang di Sukakerta


Tim & warga Cicantel, Kawungsari

Sesuai agenda pelaksanaan penelitian kukang jawa Priangan, kami berusaha menyelesaikan seluruh rangkaian penelitian lima desa itu sebelum tahun 2008 berakhir. Maka jadilah tiga desa terakhir ini secara maraton mulai awal 2008 dan akhirnya dapat tuntas dilaksanakan tepat berbarengan dengan tutup tahun 2008.

Dengan telah dilaksanakannya penelitian di tiga desa terakhir tersebut, maka seluruh kegiatan yang termasuk dalam agenda PPKJ Tasikmalaya-Ciamis telah tuntas dikerjakan. Namun demikian bukan berarti program TJSLCP juga telah berakhir. PPKJ Tasikmalaya-Ciamis merupakan agenda awal TJSLCP yang bisa dikatakan sebagai agenda pengenalan. Setelah program awal ini selesai TJSLCP masih mempunyai beberapa agenda yang segera menyusul dikemukakan sebagai bagian dari konsistensi kami dalam menjaga kelestarian Kukang Jawa.

Kami tim TJSLCP sangat bersyukur dapat menyelesaikan setahap demi setahap kegiatan-kegiatan ini. Melewati kurun waktu satu setengah tahun semenjak dibukanya program ini, telah banyak peristiwa yang kami alami yang akan selalu menjadi pengalaman dan pelajaran yang berkesan dan tidak akan terlupakan seumur hidup. Kiranya hanya beberapa rangkaian ucapan terimakasih yang dapat kami utarakan sebagai tanda rasa hormat dan syukur telah diberi banyak kemudahan untuk menyelesaikan kegiatan ini.

Syukur Alhamdulillah, segala puji kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang membuat program TJSL-CP bisa terwujud. Segala kejadian-kejadian yang dialami selama penelitian berlangsung, yang sedih sekalipun, yang kemudian menjadi inspirasi di kemudian hari, yang mudah-mudahan menambah kebijakan untuk menyikapi hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari.

Ucapan terima kasih sangat besar kami haturkan kepada semua pihak yang telah terlibat langsung dan tidak langsung dalam penelitian PPKJ Tasikmalaya-Ciamis semenjak program ini dibuka hingga pelaksanaan penelitian tiga desa.

Ucapan terimakasih khusus ditujukan pada beberapa pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penelitian tiga desa:

Ucapan terima kasih ditujukan kepada aparat Desa dan masyarakat sekitarnya yang telah memberi izin kepada kami untuk bertamu ke Desa masing-masing:
Masyarakat Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal
Masyarakat Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir
Masyarakat Desa Sukamaju Kecamatan Bantarkalong

Kepada keluarga yang berbaik hati menyediakan tempat menginap. Yang telah di repotkan dengan keributan, keberisikan tim survey kukang dari pagi, siang, malam hingga pagi berikutnya tanpa henti:

Keluarga Bi Tihat dan kang Endang Rio di Cimanggu, Sarimanggu
beserta geng si bolang yang centil & rame...


















Keluarga Pak Iwa dan Mang Oleh di Raksajaya
beserta geng si bolang Burujul yang selalu tanpa lelah & selalu ingin ngulik (pengen tahu) apapun..


















Keluarga Pak Ruha dan Pak Punduh Leuwinanggung (punten bapa, hilap deui namina) di Sukamaju
juga, selalu, beserta geng si bolang dari pesantren Leuwinanggung, kalian semangat sekali :)

Terimakasih atas keramahan, bantuan dan segala penerimaan yang diberikan kepada kami selama melakukan penelitian ini.

Penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh anggota tim PPKJ terakhir yang telah bekerja keras selama satu hampir dua bulan demi memperjuangkan kelestarian Kukang Jawa. Tanpa kalian seluruh rangkaian kegiatan ini tidak akan punya arti:

A Dede Sardi
Yosep 'Oseng Adit' Mustaqiem
Rahmat 'Mamat' aditya
Nandang 'Kede Gendul' Kusnaedi
Nasrul 'Auh' Syahidin
Pipin Supini
Mida Anggit Manganti
Aah 'Ades' Desi
Wawan 'wansGecko' Tarniwan
Indah 'winar' Winarti sebagai penanggung jawab utama program TJSLCP
& Nina 'tamu' mardiana

Juga kepada seluruh tim pendukung TJSLCP yang tidak bisa turut serta dalam kegiatan penelitian terakhir namun tetap menjadi suporter setia. Terima kasih atas dukungan dan doanya:

Ujang 'Ustad' Dedi
Dewi Hidayati Tito
Saep 'Odoy'
Ismail Agung
Dwi Novianti 'vina' O.S
Asep Maman Sukirman
Ahmad Fadli

Terimakasih, terimakasih, terimakasih kepada seluruh tim. Mudah-mudahan kebersamaan, konsistensi dan semangat kita tetap terbina untuk selalu bersama-sama melestarikan alam sekitar kita. Maju terus tim TJSLCP, tugas kita tidak boleh berhenti hanya sebatas penelitian 2008 berakhir!!

Tak lupa, ucapan terima kasih juga kami ucapkan kepada para orangtua kami atas restu, bimbingan dan doanya, serta kepada pihak-pihak yang telah bersedia dengan ikhlas untuk direpotkan selama adanya kegiatan The Javan Slow Loris Conservation Program:

Keluarga Pak Ade 'abel' Sopian, Sumedang, sang profesor kukang sebenar-benarnya, guru kami dalam 'perburuan' kukang
Keluarga Erom Romli dan Gecko Dezign Studio, Margasari Rajapolah
Keluarga Bu Uar, Margasari Rajapolah
Keluarga Abah & Umi di Bajarharjo, Brebes, Jawa Tengah
International Animal Rescue Indonesia (IAR-Indonesia) dan The RSG Foundation atas kerjasama dan dukungan dana
Lembaga-lembaga: IPB, LIPI & BBKSDA JABAR
Serta seluruh pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu yang telah membantu kelancaran kegiatan ini.

Mari kita jaga dan lestarikan alam sekitar kita. Salam Lestari.... Salam Kukang Jawa!!!

sampai jumpa lagi di agenda kukang jawa kita 2009 (ini)

salam!!!

Ucapan terimakasih nan telat

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali


Akhir 2008, tepatnya mulai pertengahan bulan Nopember The Javan Slow Loris Conservation Program (TJSLCP) melalukan survey penelitian kukang Jawa yang dilaksanakan di 3 desa terpilih di Kabupaten Tasikmalaya yaitu Sarimanggu-Karangnunggal, Raksajaya-Sodonghilir dan Sukamaju-Bantarkalong. Survey 3 desa ini merupakan bagian dari Program Penelitian kukang Jawa (PPKJ) Tasikmalaya-Ciamis yang telah mulai dirintis semanjak pertengahan tahun 2007.

Seperti ditulis dalam artikel sebelumnya, PPKJ Tasikmalaya-Ciamis telah memilih 5 desa sebagai fokus utama lokasi penelitian. Pada awal dan pertengahan 2008 telah dilakukan survey di dua desa, yaitu Desa Sukakerta Kecamatan Panumbangan, Ciamis; dan Desa Kawungsari Kecamatan Salawu, Tasikmalaya. Demi mengejar target menyelesaikan seluruh rangkaian penelitian 5 desa itu sebelum tahun 2008 berakhir, maka survey 3 desa yang tersisa akhirnya dilaksanakan secara maraton mulai pertengahan Nopember 2008 dan akhirnya dapat tuntas dilaksanakan tepat berbarengan dengan tutup tahun 2008.

Dengan telah dilaksanakannya survey di 3 desa terakhir tersebut, maka seluruh kegitan yang termasuk dalam agenda PPKJ Tasikmalaya-Ciamis telah tuntas dikerjakan. Namun demikian bukan berati program TJSLCP juga telah berakhir. PPKJ Tasikmalaya-Ciamis merupakan agenda awal TJSLCP yang bisa dikatakan sebagai agenda pengenalan. Setelah program awal ini selesai TJSLCP masih mempunyai beberapa agenda yang segera menyusul dikemukakan sebagai bagian dari konsistensi kami dalam menjaga kelestarian Kukang Jawa.

Kami tim TJSLCP sangat bersyukur dapat menyelesaikan setahap demi setahap kegiatan-kegiatan ini. Melewati kurun waktu satu setengah tahun semenjak dibukanya program ini, telah banyak peristiwa yang kami alami yang akan selalu menjadi pengalaman dan pelajaran yang berkesan dan tidak akan terlupakan seumur hidup. Kiranya hanya beberapa rangkaian ucapan terimakasih yang dapat kami utarakan sebagai tanda rasa hormat dan syukur telah diberi banyak kemudahan untuk menyelesaikan kegiatan ini.

Syukur Alhamdulillah, segala puji kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang membuat program TJSL-CP bisa terwujud. Segala kejadian-kejadian yang dialami selama survey berlangsung, yang sedih sekalipun, yang kemudian menjadi inspirasi di kemudian hari, yang mudah-mudahan menambah kebijakan untuk menyikapi hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari.

Ucapan terimakasih banyak ditujukan kepada semua pihak yang telah terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam survey PPKJ Tasikmalaya-Ciamis semenjak program ini dibuka hingga pelaksanaan survey tekhir di 3 desa.

Ucapan terimakasih khusus ditujukan pada beberapa pihak yang terlibat dalam survey penutup di 3 desa:

Ucapan terimakasih ditujukan kepada aparat Desa dan masyarakat sekitarnya yang telah memberi izin kepada kami untuk bertamu ke Desa masing-masing:
Masyarakat Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal
Masyarakat Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir
Masyarakat Desa Sukamaju Kecamatan Bantarkalong

Kepada keluarga yang berbaik hati menyediakan tempat menginap. Yang telah di repotkan dengan keributan, keberisikan tim survey kukang dari pagi, siang, malam hingga pagi berikutnya tanpa henti:
- Keluarga Bi Tihat dan kang Endang Rio di Sarimanggu
- Keluarga Pa Iwa dan Mang Oleh di Raksajaya
- Keluarga Pa Ruha dan Pa Punduh Leuwinanggung (punten bapa, hilap deui namina) di Sukamaju
Terimakasih atas keramahan, bantuan dan segala penerimaan yang diberikan kepada kami selama melakukan survey.

Penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh anggota tim survey terakhir yang telah bekerja keras selama satu hampir dua bulan demi memperjuangkan kelestarian Kukang Jawa. Tanpa Kalian proyek ini tidak akan punya arti:
- A Dede Sardi
- Yosep 'Oseng Adit' Mustakim
- Rahmat 'Mamat' aditya
- Nandang 'Kede' Kusnaedi
- Nasrul 'Auh' Syahidin
- Pipin Supini
- Mida Anggit Manganti
- Ades
- Wawan 'wansGecko' Tarniwan
- Indah Winarti sebagai Penanggungjawab utama program TJSLCP
Juga kepada seluruh tim pendukung TJSLCP yang tidak bisa turut serta dalam kegiatan survey terakhir namun tetap menjadi supporter setia. Terimakasih atas dukungan dan doanya:
- Ujang 'Ustad' Dedi
- Dewi Hidayati Tito
- Saep 'Odoy'
- Ismail Agung
- Dwi Novianti O.S
- Asep Maman Sukirman
- Ahmad Fadli
Terimakasih, terimakasih, terimakasih kepada seluruh tim. Mudah-mudahan kebersamaan, konsistensi dan semangat kita tetap terbina untuk selalu bersama-sama melestarikan alam sekitar kita. Maju terus tim TJSLCP, tugas kita tidak boleh berhenti hanya sebatas survey berakhir!!

Tak lupa, ucapan terimaksih juga kami ucapkan kepada para orangtua kami atas restu, bimbingan dan doanya, serta kepada pihak-pihak yang telah bersedian dengan ikhlas mau direpotkan selama adanya kegiatan The javan Slow Loris Conservation Program:
- Keluarga Mang Ade Sopian, Sumedang. Guru kami dalam 'perburuan' kukang
- Keluarga Erom Romli dan Gecko Dezign Studio, Margasari Rajapolah
- Keluarga Bu Uar, Margasari Rajapolah
- Keluarga Abah & Umi di Bajarharjo, Brebes, Jawa Tengah
- International Animal Rescue (IAR) dan RSG Foundation atas kerjasamanya dan dukungan dana
- Lembaga-lembaga: Institut Pertanian Bogor, LIPI & BKSDA JABAR

Serta seluruh pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu yang telah membantu kelancaran kegiatan ini.

Mari kita jaga da lestarikan alam sekitar kita. Salam Lestari.... Salam Kukang Jawa!!!

Ucapan terimakasih yang terlambat

Informasi Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan TJSL CP, yaitu pendataan/penelitian distribusi-populasi-habitat-perilaku, & penyadartahuan kukang jawa (kuja) melalui kunjungan sekolah-kampanye edukatif melalui internet, & produk suvenir, & Ekoturisme.

1. Pendataan/penelitian distribusi-populasi-habitat-perilaku
2. Penyadartahuan melalui kunjungan sekolah-kampanye edukatif melalui internet, & produk suvenir
3. Ekoturisme

Kegiatan Program Tasikmalaya & Ciamis (2007-2008)

Survey diawali sejak Oktober 2006 dan resmi dimulai Juli 2007. Saat itu Winar selaku Principal Investigator (peneliti utama) berhasil mendapat dukungan dana program dari The Rufford Small Grant. Sejak saat itu secara resmi TJSL CP mulai berlangsung. Terima kasih kami tak terhingga atas kepercaayan The Rufford Maurice Laing Foundation kepada Winar (tim TJSL CP) sehingga kegiatan pelestarian kuja dapat diinisiasi & berjalan hingga sekarang.

Kegiatan yang dilakukan antara lain:


- Penelitian distribusi kuja di Tasikmalaya & Ciamis, fokus pada lima lokasi: Desa Sukamaju-Sarimanggu-Kawungsari-Raksajaya (Tasikmalaya) & Desa Sukakerta (Ciamis)

- Pelatihan teknik penelitian (dua tahap) kepada anggota tim TJSL CP

- Penyadartahuan di lima lokasi tersebut: weblog kukang jawa, kunjungan sekolah & pembuatan material awareness serta suvenir

Di tengah-tengah program, penelitian dikembangkan menjadi penelitian populasi & habitat kuja sejalan dengan tesis Winar di Program Magister Primatologi IPB (masih berlangsung). Dukungan dana berhasil dia dapatkan dari IAR-Indonesia. Terima kasih dari kami untuk IAR.. (Dr. Karmele dkk). Program penelitian ini berhasil mengantarkan Vina, mahasiswi Biologi Universitas Assafiiyah Jakarta menyelesaikan tugas skripsinya, Alhamdulillah (semoga cepat lulus ya_RED.).

Penelitian semakin dikembangkan temanya menjadi peneltian perilaku & jelajah malam kuja dengan lokasi di Desa Sukakerta Ciamis. Penelitian ini juga terbuka bagi mahasiswa yang akan melakukan tugas akhir (detil agenda-prosedur-metode silahkan kontak Winar di Kontak kami).

Kegiatan Ekoturisme

Kegiatan ini sudah mulai kami rancang sejak awal survey kuja. Kini tiap anggota tim TJSL CP & peserta yang telah mengikuti pelatihan teknik penelitian kuja dapat melakukan asistensi (menjadi guide dan asisten lapangan) bagi kegiatan jalan-jalan, fotografi/sinematografi, & penelitian yang berhubungan dengan alam & satwa liar terutama kuja (Kontak kami).




Kontak kami

Silahkan kontak atau kunjungi kami di:

Base camp TJSL CP (pusat informasi TJSL CP)
Jl. Perum Margasari No. 77 Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah,
Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155

Email: kukangjawa@yahoo.com, kukangjawa@gmail.com
Website: lihat Link

Sehubungan dengan padatnya kegiatan penelitian & penyadartahuan yang sedang kami lakukan saat ini, jika ingin berkunjung silahkan konfirmasi via sms/telp. terlebih dahulu agar tim kami dapat melayani teman-teman. Kami akan selalu mengupayakan minimal salah seorang dari kami ada di base camp.

Segera menyusul
Foto base camp
Peta base camp

TJSL CP (tentang kami)

Kami, tim The Javan Slow Loris Conservation Program/Program Pelestarian Kukang Jawa, adalah tim penggerak pelestarian kuja yang aktif sejak Oktober 2007.

Tujuan
Pelestarian kukang jawa

Penelitian integratif tentang kukang jawa: ekologi, konservasi, genetik, morfologi

Dukungan terhadap ekoturisme berbasis lokal

Area
Periode I - 2007-2008: Tasikmalaya – Ciamis, Jawa Barat
Periode II – 2009 – 2010: Jawa Barat (Kontak kami)

Sejarah TJSL CP

Kegiatan kami berawal dari antusiasme salah seorang dari kami, Winar, yang cinta berat pada Kukang jawa (kuja) sejak masih sekolah di Jatinangor dulu.

Winar bersama-sama teman-teman main gunungnya di Rajapolah Tasikmalaya juga teman-teman aktifis lingkungan dari Bandung mulai berkeliling camping mengunjungi lokasi yang dikabarkan terdapat kuja. Waktu itu kami baru bertujuh: Winar, Wawan, Ian, Anggit, Kiki, Dedi fahru, & Auh. Kegiatan kami waktu itu masih berlandaskan senang-senang alias hanya camping untuk refreshing (entah Winar, sepertinya dia sudah mulai membangun angan-angan kegiatan lanjutannya deh saat itu..). Kegiatan jalan-jalan & camping yang kami lakukan selalu berjudul ‘curak-curak’, hore.. (curak-curak bahasa Sunda = senang-senang).

Kami, hobiis jalan-jalan ini, memiliki latar belakang asal-bahasa-pendidikan-harta & warna kulit (lho?) masing-masing. Ada jawa-sunda, ada mahasiswa-pengrajin-montir-pegawai swasta-pengangguran, ada pencinta alam-fotografer-tukang shooting-sekedar pengen jalan-jalan, dan lain-lain. Bhineka tunggal ika juga kan..

Di setiap kegiatan jalan-jalan, personel yang ikut bisa berubah jumlah atau niat, tergantung waktu & serta kondisi keuangan masing-masing. Kadang bertujuh, bersepuluh, bahkan meski hanya bertiga kami tetap jalan-jalan. Saking hobi tersebut sudah mendarah daging, hampir tiap bulan kami jalan-jalan.

Ke curug tilu, gunung syawal:
Ke cipatujah,
kampung naga, galunggung

Seru! Biasanya karena kebanyakan dari kami duitnya selalu pas-pasan, kami selalu saling dukung. Iuran atau kencleng (=mengedarkan wadah untuk diisi uang iuran sukarela) selalu jadi penolong. Jalan-jalan versi hemat & super hemat pun tetap berlangsung. Yang penting jalan-jalan. Banyak sekali cerita seru, suka-duka, curhat-kisah & kenangan tak terlupakan..

Hingga akhirnya beberapa dari kami sepakat mengikrarkan diri dalam wadah komunitas penjelajah alam priangan bertajuk ECOADCOM (http://www.ecoadcom.blogspot.com/). Ecoadcom adalah singkatan dari eco-adventure community, yang artinya komunitas penjelajah alam (terjemahan bebasnya komunitas penjelajah alam Priangan, karena kebanyakan dari kami tinggal di & lokasi kegiatan di Priangan).

Ecoadcom adalah wadah & sarana bagi komunitas penyuka jalan-jalan, pencinta alam, hobiis fotografi/sinematografi, dan lain-lain yang berhubungan dengan jalan-jalan ke alam-budaya-satwa liar. Keanggotaan bersifat terbuka & sukarela. Kegiatan perdana resmi Ecoadcom adalah pelatihan fotografi satwa liar ‘Basic Training for Wildlife Photography’ di Cagar Alam Leuweung Sancang – Garut pada 1-3 Juli 2007. Fotografer satwa liar nasional: Riza Marlon berkenan menjadi mentor bagi kami & peserta (http://www.ecoadcom.blogspot.com/)

Teman-teman yang ikut jalan-jalan & kegiatan Ecoadcom tidak semuanya dapat ikut serta pada kegiatan sekarang (TJSL CP). Susan, Dewi, Ian, Kiki, dan hampir semua teman-teman Bandung yang sudah mulai sibuk dengan kuliah atau pekerjaannya kini hanya bisa mendukung kami (tim TJSL CP) dengan doa. Trims ya teman..

TJSL CP = Ecoadcom?
TJSL CP adalah kegiatan yang diinisiasi oleh perorangan yang seiring dengan perkembangannya menjadi suatu tim (Informasi Kegiatan). Beberapa dari anggota tim TJSL CP pada awalnya adalah perseorangan dari komunitas Ecoadcom. Oleh karena itu secara resmi program TJSL CP bekerja sama & merangkul Ecoadcom sebagai partner sejak 2007 (kegiatan Program Tasikmalaya-Ciamis 2007-2008). Sekarang, tim TJSL CP terdiri dari anggota partner TJSL CP (Ecoadcom) & personel lainnya (umum, aktifis, mahasiswa, peneliti, hobiis fotografi/videografi yang telah aktif bergabung sejak awal program).

Selamat Datang di Rumah Kami, Teman..


# Weblog ini adalah rumah bagi kita-kita yang sayang & peduli dengan kelestarian Kukang jawa (kuja), sumber informasi-literatur-foto-produk tentang kuja, serta pusat informasi kegiatan Program Pelestarian Kukang Jawa. Mari bergabung.. #

Selamat Datang...

TJSL CP / PPKJ
The Javan Slow Loris Conservation Program/Program Pelestarian Kukang Jawa
Fokus utama kami adalah pelestarian kuja melalui:
- Pendataan/penelitian distribusi-populasi-habitat-perilaku
- Penyadartahuan melalui kunjungan sekolah-kampanye edukatif melalui internet, produk suvenir, & ekoturisme
- Penyediaan informasi-literatur-konsultasi mengenai dua aktifitas tersebut


Isi weblog TJSL CP ini adalah:

Selamat Datang...
Ucapan Selamat Datang dari tim TJSL CP, pengenalan singkat tentang TJSL CP, & gambaran isi weblog ini (site map).

TJSL CP (tentang kami)
Siapa tim TJSL CP, mengapa kami, mengapa begini-begitu, dll mengenal kami lebih dekat.

Kontak kami
Alamat TJSL CP: base camp/pusat informasi, telepon, & email untuk menghubungi kami.

Tim TJSL CP
Daftar nama anggota tim: nama-umur-alamat-biografi singkat-brp lama ikut tim-keahlian-kontak (email/HP?)

Informasi Kegiatan
Informasi kegiatan yang dilakukan TJSL CP, yaitu Pendataan/penelitian distribusi-populasi-habitat-perilaku, & penyadartahuan melalui kunjungan sekolah-kampanye edukatif melalui internet, produk suvenir, & ekoturisme.

Dukung kami
Bagaimana mendukung kelestarian kuja bersama kami, apa yang dapat kita lakukan (jika anda tahu tentang lokasi keberadaan kuja mohon informasikan kepada kami dengan mengisi kuisioner), & produk-produk suvenir kuja.

Mengenal Kukang
Siapa kuja, mengapa harus dilindungi, sifat hidup, perilaku, tempat hidup/habitat, dll informasi bagi yang ingin mengenal kuja atau membutuhkan literatur mengenainya.

Download pelayanan kami
Teman-teman dapat mendownload artikel, informasi, foto, & wallpaper kuja di sini.

Links
Link ke website atau weblog tentang kuja, sponsor, & partner TJSL CP.

Info terbaru
Informasi kegiatan, upload foto-produk-wallpaper terbaru kuja TJSL CP.
Semua pelayanan informasi & kegiatan kami bersifat sukarelawan dan gratis

(lagi) Mengapa Kita TIDAK BOLEH MEMBELI & MEMELIHARA KUKANG

Tulisan yang tertuang karena gemas dengan alasan para penyayang hewan kukang Hampir empat tahun perjalanan kami berkukang-ria, sepenuh hati...